Pengertian Presentasi Dalam Desain

Sebelum kita membahasa tentang teknik presentasi, kita harus tau dulu unsur utama dalam sebuah presentasi. unsur tersebut sangat krusial untuk di pahami, di pelajari dan di praktekkan. unsur ini merupakan pondasi utama dalam melakukan sebuah presentasi. unsur itu adalah harus mengetahui pengetahuan dasar dalam presentasi itu sendiri. bagaimana seorang desainer mampu mempresentasikan karyanya tanpa tau apa dasar dari sebuah komunikasi, tentu itu akan sangat sulit bagi desainer awam untuk melakukannya. oleh sebab itu dasar dari presentasi adalah paham akan dasar dari sebuah komunikasi itu sendiri.

Dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu melakukan bentuk komunikasi. Dari usia balita sampai usia dewasa setiap manusia melakukan komunikasi dengan manusia lainnya.Pada setiap interaksi manusia tersebut melakukan komunikasi, mulai dari berbincang, menonton televisi atau bioskop, membaca Koran atau buku, mendengarkan radio, bertemu dengan rekan kerja dan aktivitas lainnya, manusia selalu berkomunikasi.

Komunikasi pada sejarahnya berkembang dari zaman Aristoteles dipertengahan abad ke 20 sebagai suatu pengetahuan (knowledge) sampai pada tahun 1940-an oleh Hovland yang menyadari pentingnya komunikasi sebagai sebuah keilmuan (science).komunikasi dapat berjalan efektif jika semua unsur dalam komunikasi telah memenuhi persyaratan, artinya komunikasi efektif sangat tergantung kepada unsur-unsur dalam komunikasi tersebut (Nurhadi & Kurniawan, 2017). 

* Pengertian komunikasi

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Hal yang senada diungkapkan oleh Hafied Cangara, komunikasi berpangkal pada perkataan Latin communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih

 Berikut adalah pengertian Komunikasi dari beberapa para ahli:

- William F. Glueck : 

komunikasi dibagi menjadi 2 bagian yakni komunikasi intrapersonal dan komunikasi organisasi/interpersonal.

James A.F. Stoner : 

Komunikasi merupakan proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.

- John R.Schemerhorn cs. : 

Komunikasi sebagai proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.

* Komunikasi memiliki beberapa tujuan diantaranya :

1. agar pesan dapat disampaikan

2. agar dapat memahami orang lain

3. agar gagasan kita dapat diterima oleh orang lain    

4. agar dapat mendorong orang lain dapat melakukan sesuatu (kegiatan)


* Komunikasi juga memiliki lingkup diantaranya :

1. Bentuk spesialisasi : personal, kelompok, dan massa

2. Media: media umum, dan media massa

3. Efek : personal opionion,public opinion, majority opinion, dan general opinion


* Dalam komunikasi juga memiliki beberapa proses diantaranya :


1. Sumber (source) hal ini merupakan dasar yang digunakan dalam tujuan menyampaikan pesan, dapat berupa orang/manusia, lembaga/instansi, buku, Koran, radio atau lainnya.


2.Komunikator (sender) yakni individu yang berbicara, menulis atau aktivitas yang menyampaikan pesan kepada pihak lain.


3. Pesan (message) merupakan sesuatu hal yang menjadi utama yang akan disampaikan dari komunikator kepada komunikan.


4. Media/saluran yakni sesuatu yang dimanfaatkan oleh komunikator dalam menyampaikan pesannya kepada komunikan.


5. Komunikan (receiver) yakni individu yang menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator, terdiri dari 3 : komunikan personal, kelompok dan komunikan massa.


6. Efek (feedback/response) yakni hasil akhir dari suatu komunikasi yang menimbulkan sikap dan tingkah laku agar sesuai dengan yang diinginkan oleh komunikator.


Disinilah dapat dinilai tingkat professional dari seorang desainer, yakni bagaimana cara

beliau dalam memper tanggung jawabkan pekerjaannya dalam menguraikan gagasan

perancangannya kepada klien/customer. Oleh sebab itu, dengan memahami proses dasar

komunikasi seorang desainer dapat menentukan suatu keputusan desain dan mampu menjelaskan alasan keputusan tersebut dibuat sebagai suatu gagasan perancangan. Dengan mengetahui dasar komunikasi desainer dapat menjadi tenaga yang dinilai professional dan pantas mendapatkan nilai yang lebih.



* Berikut adalah beberapa hal yang sering terjadi pada mahasiswa dalam menyampaikan presentasi :

1. Sulit menyampaikan gagasan perancangannya


Banyak sekali para desainer yang mampu membuat gagasan karya menarik dan bagus, namun ketika menyampaikan gagasan perancangan tersebut kepada orang lain, lebih sering terbata – bata/ seperti kehabisan kata-kata. Hal ini terjadi karena para desainer tadi belum memiliki wawasan yang cukup tentang setiap keputusan desain yang dipilihnya.

 

2. Bekerja sebagai seniman bukan desainer (berfikir akan membuat sesuatu bukan hendak menyelesaikan sesuatu)


Ketika para desainer lebih berfikir sebagai seniman tentu akan menjadikan desainer sebagai sosok yang mendominasi dalam upaya menyampaikan gagasan perancangannya. Hal tersebut karena desainer akan berusaha keras menjelaskan setiap keputusan desain yang dibuat hanya dari sudutpandang personal atau subjektif semata. Sementara jika memahami dari proses komunikasi seharusnya para desainer berusaha agar gagasannya disampaikan dari sudut pandang pihak lain, sehingga keputusan desain lebih objektif dan orang/pihak lain tergerak/termotivasi untuk mau menyepakati keputusan tersebut. Dalam hal ini membantu terbentuknya rasa kepercayaan klien/customer yang juga merupakan sebagai cara agar orang tertarik pada produk jasa.


3. Melihat dari sudut pandang diri semata bukan dari sudut pandang pihak lain dalam hal ini tidak berfokus pada sasaran/target dari pesan yang disampaikan.


Beberapa desainer (mahasiswa) sering melupakan siapa yang menjadi target/sasaran dari gagasan perancangannya maupun siapa yang akan menjadi pendengar dari gagasan perancangannya. Misalnya seorang desainer (mahasiswa) mempresentasikan gagasan perancangannya dihadapan dosen yang professional akan berbeda dengan mempresentasikan gagasan perancangannya dihadapan klien/customer yang awam. Tentu jika professional, mereka cenderung akan memahami istilah-istilah yang digunakan, namun ketika orang awam yang tidak paham akan desain tentu belum tentu paham terhadap beberapa istilah desain seperti distorsi, stilasi, dsb. Atau dalam hal berkarya itu sendiri ketika seorang desainer (mahasiswa) tidak memahami siapa yang menjadi target/sasaran dari pengguna gagasan perancangannya, tentu elemen visual yang digunakan menjadi sumber dari pesan yang disampaikan tidak akan sampai sesuai yang diharapkan karena berbeda sudutpandang/persepsi. 


4. belum memahami pesan yang akan disampaikan, karena kurang dalam mendengarkan keinginan orang lain/klien/customer.


Ketika seorang desainer belum memahami suatu pesan yang disampaikan tentu menjadikan setiap keputusan desain yang dibuat akan tidak efektif dan efisien. Pesan dalam proses komunikasi merupakan hal utama yang harus diketahui dan dipahami terlebih dahulu sebelum melakukan proses komunikasi. Dalam hal ini dalam menyampaikan gagasan perancangan ataupun ketika membuat keputusan.


 

5.  hanya berfikir ingin segera menyampaikan gagasan namun tidak berusaha agar orang lain paham akan gagasan yang disampaikan.


Kencendrungan ini biasanya sering terjadi oleh para desainer (mahasiswa) ketika melakukan presentasi gagasan perancangannya hanya berfikir pada tataran waktu namun tidak menimbang sudutpandang pemahaman orang lain terhadap hal yang disampaikan. Biasanya dominan seringkali para desainer (mahasiswa) ingin cepat berlalu proses penyampaikan pesannya dan bahkan cenderung tidak jelas berucap sehingga pesan yang disampaikan menjadi bias. 



Komentar